SWATH Robin, Karya Anak Kalimantan Timur Menuju Maldives
Gubernur
Kaltim Dr H Isran Noor
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA
-
Kalimantan Timur tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam berlimpah.
Kaltim ternyata juga memiliki potensi besar dalam industri galangan kapal. Karya anak-anak Kaltim bahkan diminati hingga
ke negara kepulauan yang terkenal dengan julukan “Surga yang Tertinggal”,
Maldives. Negara yang berada di sekitar Samudera Hindia itu cukup dikenal
sebagai surga wisata dunia.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kaltim,
saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada manajemen PT Allvina Prima yang
berhasil memproduksi Kapal Roro “SWATH Robin”, yang akan segera didelivery ke
Maldives,” kata Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor di saat berada di atas SWATH
Robin, Jumat (15/7/2021).
Bagi orang nomor satu di pemerintahan Kaltim
itu, SWATH Robin adalah kebanggaan yang harus ditingkatkan. Ini juga menjadi
bukti bahwa bantaran Sungai Mahakam memiliki potensi besar dalam bisnis
galangan kapal, bukan hanya untuk tugboat dan ponton, tapi juga jenis kapal
pesiar seperti SWATH Robin.
“Ini sekaligus tantangan bagi kita. Produk
kapal anak-anak Kaltim ini harus kita
promosikan lebih kencang lagi agar lebih dikenal dunia. Bahwa Kaltim bisa
memproduksi sarana dan prasarana perhubungan seperti ini,” seru Isran penuh
semangat.
Sebagai informasi, SWATH Robin dikerjakan
oleh tidak kurang dari 150 tenaga kerja yang merupakan anak-anak Kaltim. Proyek
kapal ini didanai pengusaha Malaysia
dengan perkiraan biaya sekitar US$ 2 juta atau setara Rp28 miliar. Sementara
harga jual ke pengusaha Maldives sekitar US$ 7 juta atau sekira Rp98 miliar.
“Sekali lagi saya bangga dan bahagia. Ini
adalah karya besar anak bangsa yang dihasilkan oleh anak-anak Kalimantan
Timur,” puji Isran seraya berharap agar Dinas Pariwisata Kaltim bisa membuat
kapal sejenis dan mengoptimalkannya untuk promosi wisata laut di kawasan
kepualauan Derawan dan sekitarnya.
Sementara sang perancang SWATH Robin, H
Ridwan Najjar kepada Gubernur Isran Noor menjelaskan kapal dengan kekuatan
600x2 horse power (HP) tersebut didesain
4 lantai. Lantai 1 terdapat 12 ruangan, diantaranya ruang message, ruang
pembuat air tawar menjadi air bersih dan
ruang elektrik. Di lantai 2 ada restoran, bar dan 4 kamar penumpang. Lantai 3 terdapat kamar penumpang, kamar
kapten kapal dan ruang kemudi. Sedangkan lantai 4 disiapkan untuk jacuzzi atau
tempat bersantai.
Kapal ini merupakan yang pertama dibuat di
Asia Tenggara untuk model Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH). Keunikan
kapal ini dibangun dengan model twin hull, yakni menggunakan dua pengapung
berbentuk torpedo (lambung kembar). Kapal juga lebih aman saat berlayar dengan
kecepatan tinggi. Kapal ini juga didesain lebih mudah bagi pelancong yang hobi
menyelam karena lantai bisa diatur cukup dengan air laut.
"Kapal ini menggunakan model twin hull
jadi lebih aman, karena kurang menahan air. Di bawah bentuknya seperti
torpedo," ungkap pria yang sudah berkeliling dunia sebagai pelaut
itu.
Ridwan juga mengisahkan, pembuatan kapal
pesiar ini awalnya juga diminati pengusaha China, Maldives dan Malaysia. Namun
dia terus berjuang agar SWATH Robin bisa dibuat di Kaltim. Dan terwujud kapal
dirancang dan dibangun di bantaran
Sungai Mahakam, tepatnya Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.
“Semangat saya agar menjadi karya anak bangsa
dan juga menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Timur,” bangga Ridwan.
Hadir mendampingi Gubernur Isran Noor dalam
peresmian delivery SWATH Robin ke Maldives, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kaltim HM Yadi
Robyan Noor, Kepala Diskominfo Kaltim HM Faisal dan Kepala Dinas Pariwisata
Kaltim Sri Wahyuni.
SWATH Robin akan singgah di Malaysia untuk
melakukan penyempurnaan di bagian atas kapal, sebelum melanjutkan perjalanan ke
Maldives. (mar)